Caleg PKS Raih Suara Terbanyak di Inggris

LONDON – Calon anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman meraih suara terbanyak dalam pemilihan umum legislatif yang digelar di Inggris. Dalam penghitungan suara yang dilakukan pada 19 April di Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, Sohibul Iman meraih 71 suara, disusul Nursanita Nasution, juga dari PKS dengan 44 suara.

“Suara yang diraih dua caleg PKS tersebut adalah yang tertinggi dibandingkan pencapaian caleg-caleg dari partai manapun,” kata Aditya Pradana, ketua Bidang Hubungan Masyarakat PKS Inggris, Kamis (23/4/2009).

Tetapi keunggulan Sohibul Iman dan Nursanita Nasution tak cukup mendorong PKS sebagai partai pemenang pemilu di Inggris.

Secara keseluruhan PKS menempati urutan kedua dalam pengumpulan suara. Urutan pertama diraih Partai Demokrat dengan 330 suara atau 34,99 persen. PKS mendapatkan 252 suara atau 26,72 persen, disusul PDI Perjuangan dengan 87 suara, Partai Golkar dengan 79 suara, dan Partai Damai Sejahtera dengan 39 suara. Jumlah suara yang masuk ke panitia tahun ini mencapai 1.088 suara, 145 di antaranya dinyatakan tidak sah.

Pada pemilihan umum lima tahun lalu PKS berhasil menjadi partai pengumpul suara terbanyak di Inggris dengan 274 suara atau 26,32 persen sedangkan Partai Demokrat berada di urutan ketiga dengan 146 suara.

“Atas keberhasilan ini pengurus PKS Inggris mengucapkan selamat atas kesuksesan Partai Demokrat meraih suara terbanyak pemilu tahun ini,” kata Pradana, yang juga bertindak sebagai saksi partai dalam penyelenggaraan pemilu di Inggris.

Pradana mengatakan keberhasilan Partai Demokrat menggaet suara warga Indonesia di Inggris antara lain disebabkan dengan kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di London beberapa hari menjelang pemungutan suara. Presiden Yudhoyono yang juga ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut berada di London untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi negara-negara yang tergabung dalam G-20. Di sela-sela KTT, Presiden Yudhoyono mengadakan tatap muka dengan warga Indonesia di London dan sekitarnya.

“Kehadiran langsung Presiden Yudhoyono mungkin saja membuat swing voters, para pemilih yang belum menentukan pilihan, akhirnya menjatuhkan pilihan ke Partai Demokrat,” papar Pradana.

“Mereka yang ragu-ragu memilih partai, besar kemungkinan mencontreng Partai Demokrat setelah mendengarkan secara langsung pemaparan Presiden Yudhoyono di rumah duta besar Indonesia di London,” tambah Pradana.

Secara umum PKS Inggris menghargai kerja keras panitia pemilu dan semua pihak termasuk pengawas pemilu, dan KBRI dalam penyelenggaraan pemungutan suara di Inggris. Dengan berbagai keterbatasan pemilu akhirnya bisa diselenggarakan dengan relatif lancar, meski ada sejumlah kelemahan.

Misalnya, tidak lancarnya pengiriman suara suara kepada para pemilih melalui pos. Perangko yang dikirim panitia ternyata kurang dan para penerima diharuskan membayar kekuarangan biaya ini sebelum bisa menerima kiriman kartu suara. “Hal ini mungkin menyebabkan orang yang berencana memilih, akhirnya membatalkan niat gara-gara tidak ingin repot membayar tambahan biaya pengiriman,” kata Pradana.

Lebih lanjut Pradana mengatakan, kekurangan prangko tidak hanya merugikan PKS tapi juga partai-partai lain. “Mereka kehilangan suara dan hak pilihnya hanya karena kurangnya nilai prangko baik yang dikirim oleh panitia pemilihan maupun prangko kirim balik ke panitia,” tandas Pradana.

Bersama dengan konstituennya, PKS siap bermitra dengan panitia pemilu dalam mengatasi kendala yang ada agar penyelenggaraan pemilihan presiden bulan Juli nanti dapat berjalan lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: